Penyedia Jasa Pemberkasan PTSL Gugat Pokmas

Seorang penyedia jasa pemberkasan Program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL), Supriyo Widodo (52) melayangkan gugatan perdata dugaan ingkar janji (wanprestasi) ke Pengadilan Negeri Sleman.

Proses persidangan telah memasuki tahap penyerahan bukti surat penggugat, Selasa (6/9/2022) dengan majelis hakim yang diketuai oleh Siwi Rumbar Wigati SH dengan dua anggota Ira Wati SH dan Adhi Satrija Nugroho SH.

Warga Padukuhan Ngamboh, Kalurahan Margorejo ini melalui gugatan yang teregister dalam nomor perkara 158/Pdt.G/2022/PN menggugat 14 orang Ketua Kelompok Kerja Masyarakat (Pokmas) di wilayah Kalurahan Margorejo, Kapanewon Tempel, dirinya mengalami kerugian pokok senilai Rp 306.355.000 ini dan dan total kerugian mencapai Rp 967.853.000,- diduga lantaran ingkar janji yang dilakukan oleh para tergugat.

Didampingi tim kuasa hukum dari Kantor HAN & Partner Advocate & Legal Consultant yang terdiri Heru Lestarianto SH dan Dewi Saktiyah Al Alawiyah SH menjelaskan bahwa kliennya sebagai penyedia jasa pada program PTSL pada tahun 2017-2018 di Kalurahan Mororejo. Namun belakangan uang sebanyak Rp 306.355.000 akan diminta kembali oleh para tergugat.

“Para tergugat menggunakan jasa klien kami, untuk membantu selama proses persiapan, penelitian dan pemberkasan dokumen PTSL di Kalurahan Mororejo, sesuai peraturan Bupati Nomor 3 Tahun 2018 hingga diterbitkan sertifikat sesuai dengan aturan yang berlaku, lha kenapa kok biaya jasa proses PTSL sekarang malah mau diminta kembali oleh para tergugat,” jelas Heru usai sidang kepada yogyapos.com.

Ditandaskan, bahwa sumber dana yang dipergunakan oleh para tergugat untuk kepentingan proyek PTSL diambil dari anggaran keuangan Pokmas dusun senilai Rp 306.355.000, masih ada sebanyak 60 bidang PTSL tahun 2018 dengan nilai Rp 5,1 juta belum dibayarkan oleh para tergugat.

“Lha anehnya, pada 8 Maret 2022 pertama kali dilakukan penagihan secara paksa dalam sebuah rapat yang dihadiri oleh 14 dukuh, selanjutnya pada 12 Mei 2022 terjadi hal yang sama di Kalurahan Mororejo oleh dukuh Lojajar, Nglebeng, Cungkuk dan Jlegongan, penagiah paksa ketiga pada 24 Mei 2022 di rumah penggugat.

Para tergugat memaksa penggugat untuk mengembalikan hasil kerja keras yang bekerja kepada para tergugat, ini merupakan bentuk pengingkaran dari hasil kerja penggugat dari tahun 2017 hingga 2018,”tandas dia.

Di sisi lain, penggugat telah menyelesaikan keseluruhan pekerjaan dari Pokmas, dari kuota sebanyak 5.000 bisa terserap sebanyak 2.723 pemohon PTSL yang tersebar pada 14 dusun di wilayah Kalurahan Margorejo.

“Penggugat bukalah pihak yang berkewajiban mempertanggungjawabkan penggunan dana PTSL, seperti dituangkan dalam regulasi Pasal 1 ayat (3) Peraturan Bupati Nomor 3 Tahun 2018 tentang pembebanan pembiayaan persiapan PTSL, kenapa uang jasa klien kami mau diminta kembali?,” imbuhnya.

Oleh karena, harap dia, Majelis Hakim yang menangani perkara ini untuk dapat mengabulkan gugatan penggugat untuk seluruhnya dan menyatakan sah menurut hukum total pembayaran jasa pemberkasan, penelitian serta revisi yang dilakukan penggugat senilai Rp 306.355.000.

“Termasuk untuk membayar sisa jasa senilai Rp 5.100.000, pada hari ini kami sampaikan bukti surat dari kami (penggugat-red),” tandasnya.

Sedangkan para tergugat melalui Kuasa Hukumnya, A.Anindya SH menilai bahwa materi yang dilayangkan penggugat sebenarnya tidak bisa dijadikan bahan gugatan. Dalam hal pembiayaan persiapan Pendaftaran Tanah Sistematis ada surat keputusan bersama yang di putuskan oleh Kementerian ATR/BPN, Kementerian Dalam Negeri dan Kementerian Desa

“Memang benar ada Peraturan Bupati Nomor 3 Tahun 2018 tentang PTSL, namun Perbup tersebut tidak menyebutkan angka nominal, angkanya ada di SKB tiga menteri yakni tidak boleh lebih dari Rp 150 ribu, dari perkara ini kan sudah terlihat bahwa ada pungutan di luar ketentuan dan sudah diselesaikan di Inspektorat untuk dikembalikan, tetapi kok malah digugat, kan lucu?” beber dia. (Opo).

(artikel ini telah terbit di www.yogyapost.com)

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published.